Adat bo oadatan, adat bo atorang sampai ke dia’ ko ada-adat merupakan kalimat yang sering muncul dari bibir
sebagian besr masyarakat Bolmong Raya. Saya pribadi tidak yakin bahwa seringnya
kalimat ini diucpkan berarti masyarakat masih hidup dalam alam yang beradat
istiadat seperti masa lalu. Kalimat-kalimat ini sepanjang yang saya lihat
nyaris sama dengan lagi Miras dari
Rhoma Irama yang kita dengarkan dengan penuh penghayatan sambil bergoyong dan
boto cap tikus di tangan kanan. Kalimat-kalimat ini bagaimanapun harus kita
akui dengan sedih bhwa dia belum meresap ke hati, dia hanya diucapkan begitu
saja dan denting suaranya sekalipun langsung membumbung ke langit ke tujuh
tanpa ada jejaknya di bumi—nyaris sama dengan asap kebakaran yang menghebohkan
namun asap itu tak pernah bertahan lama di tempat kejadian. Meliht kondisi ini,
saya memandang wajar jika ada masyarkat yang memndang di bumi para Bogani ini
sudah tidak beradat istiadat sehingga tanahnyapun tak bisa lagi digolongkan
dalam wilayah dat dan hukum-hukum adat tak lagi mengikat.
Pemilu
Popular Posts
-
Diangkat Menjadi Punu’ Bayi dengan selaput ketuban tipis Marousi -- Sebuah foto menakjubkan yang diposting seorang dokter di Yun...
-
Orang Mongondow kebanyakan kurang serius dalam membahas berbagai persoalan, termasuk yang terkait dengan dirinya. Selalu saja ada ca...
-
Blog ini belum diaktifkan, tulisan baru maupun lama bisa kawan-kawan temukan di blog : http://anuarsyukur.pinotaba.com/ silahkan klik gamba...
-
Adat bo oadatan, adat bo atorang sampai ke dia’ ko ada-adat merupakan kalimat yang sering muncul dari bibir sebagian besr masyarakat ...
-
Nah, tu terpedonya belum ada yang ngambil, awas jangan rebutan ya :) (foto : google) Palakat : Mengingat urusan terpedo ini ternyata ...
-
Para model di "Jembatan Merah", Surabaya. Jika masih ada "Totoy Uatoy" di Mopait, para model juga bisa berfose di ...
-
Tradisi yang bisa jadi wisata ramadhan nampaknya akan menghilang (foto : pribadi) Puasa tinggal lima hari lagi, para pengurus BTM, ...
-
Ini nasi kebuli tapi bagi yang lidahnya masih perawan bisa juga dinamakan nasi kibuli :) (foto : google) Setelah sholat id, kami kemb...
-
"Tanya si Mas dulu apa wanita hamil boleh berkurban juga tanya sama si mas apa dia sudah punya anak" (foto: google) Kurang...
-
Lebaran identik dengan baju baru, aneka kue, juga makanan enak. Sayangnya untuk tahun ini aku nampaknya belum mampu berlebaran. Tak apalah...
Tampilkan postingan dengan label catatan lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan lepas. Tampilkan semua postingan
Bupati Dijebak?
Dugaan Ketua KNPI Bolmong, Anhar Pasambuna, bahwa Bupati Bolmong Salihi Mokodongan dijebak sangat cukup mengagetkan. Memng ini hanya dugaan saja, belum bisa dibuktikan kebenarannya. Namanya juga dugaan, tentu perlu waktu dan cara tersendiri untuk membuktikan. Anhar tentu saja tidak dapat disalahkan dalam berargumentasi karena dia pun punya indikator-indikator untuk memperkuat argumentasinya. Dan itu hak beliau dalam mengkritisi berbagai persoalan, terutama di wilyah beliau. Saya pun tak tertarik untuk membuktikan dugaan Anhar tersebut, tentu ada pihak lain—misalnya Kepolisian—yang memang didesak sejak lama untuk menyelidiki disclaimer di Bolmong yang menjadi muasal dugaan Anhar ini. Saya justeru tertarik dengan helaan dari dugaan Anhar.
Manajemen Potensi
Maha suci Tuhan yang telah menciptakan
keragaman. Dia tak hanya menciptakan hal yang berpasangan seperti siang-malam,
terang-gelap, lelaki-perempuan, pemangsa-dimangsa, penguasa-rakyat,
kaya-miskin, penindas-ditindas, dan lainnya. Bahkan dalam diri manusia, Tuhan
menciptakan keragaman yang merupakan potensi. Ada pelukis, ada penulis, ada
tukang, ada pemikir, ada orang berpisik kuat, dan lainnya. Dari sini akan
terbagi-bagi lagi. Ada pelukis alam, karikatur, abstrak, dan lainnay. Ada
penulis artikel, puisi, cerita, dan lainnya. Ada tukang bangunan, perabot,
tukang mesin, dan lainnya. Ada pemikir ekonomi, politik, sosial, alam, dan
lainnya. Yang berpisik kuat bisa jadi tentara, polisi, dan lainnya.
Mengenang Tuntul, Tradisi di BMR
![]() |
| Tradisi yang bisa jadi wisata ramadhan nampaknya akan menghilang (foto : pribadi) |
Puasa tinggal lima
hari lagi, para pengurus BTM, Pegawai Syar’i, para tokoh masyarakat berkumpul
di secretariat BTM Darusalam Motoboi Kecil. Oleh Robi Paputungan yang saat itu
menjadi komandan pemuda dibawah Remaja Masjid, kami diminta hadir juga. Kami
hendak mengajukan pembuatan “tuntul” di lapangan.
Jujur diakui
tidak gampang. Lapangan Motoboi Kecil luasnya sekitar 150 x 120 meter, jika
keseluruhan lapangan dipasang tuntul bisa memakan minimal 3 drum minyak tanah.
“Rencana yang
baik, saya yang akan menanggung satu drum,” kata seorang pegawai syar’i yang
sudah tua namun penuh semangat.
MEMPERTANYAKAN KELURAHAN
![]() |
| Para calon Kades, pemandangan seperti ini tak terlihat lagi di Kelurahan (gambar : google) |
BEBERAPA hari yang lalu, Walikota Malang mengatakan bahwa desa-desa yang ada di kota Malang akan di rubah statusnya menjadi Kelurahan. Perubahan status ini terkait dengan status Kota Malang. Menurut pandangan ini, keberadaan Malang sebaga “Kota” harus juga dibarengi dengan perubahan status dari desa-desa yang berada diwilayahnya. Pandangan ini dikontraskan dengan “Kabupaten” dimana keberadaan Desa masih di anggap lumrah.
Bagi banyak pihak, perubahan ini menunjukan peningkatan status. Benar demikian?
Bagi banyak pihak, perubahan ini menunjukan peningkatan status. Benar demikian?
Ketika Sejarah Dikilo
![]() |
| Para model di "Jembatan Merah", Surabaya. Jika masih ada "Totoy Uatoy" di Mopait, para model juga bisa berfose di sana (gambar : google) |
Jangan sekali-kali melupakan sejarah, ungkap
Bung Karno dalam salah satu pidatonya yang memukau. Ungkapan Bung Karno ini
merupakan prasasti tersendri sehingga merasuk ke hati setiap warga Indonesia
sehingga selalu diulang. Kita tak boleh melupakan jas merah kata kawan-kawan
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Jasa merah merupakan kependekan
dari Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah dari Bung Karno. Walau aku dikader di
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menurut sejarah merupakan salah satu
kekuatan yang menggulingkan Bung Karno namun seratus persen dan tanpa keraguan
aku mengakui kebenaran perkataan Bung Karno dan kawan-kawan GMNI itu.
Punu'
![]() |
| gambar : googel |
Saya katakan masa Punu' melegenda karena pada ini cukup
banyak hal yang luar biasa. Wilayah kekuasaannya yang mencapai Maadon atau
Manarow atau Lembe atau Wenang yang sekarang disebut Manado
setelah Punu' Damopolii menaklukan Bobentehu yang berkuasa di sana.
Sistemnya yang demokratis karena Kinalang atau Punu' dipilih oleh para pemimpin
wilayah yang dijuluki Bogani walau yang dipilih harus tetap dari turunan
Mokodoludut. Pemimpin demikian disegani, disayangi dan dihormati rakyatnya;
sampai-sampai meninggalnya diadakan upacara duka selama 7 hari dan 7 malam yang
dimulai sejak masa Damopolii--upacara ini disebut mongalang dan orang yang
diupacarai disebut Kinalang sehingga Damopolii disebut juga 'Ki Damopolii inta
ki Kinalang'. Terciptanya sumpah Paloko-Kinalang atau antara Penguasa dan
Rakyat yang menurut saya menjadi penjamin bahwa kedua pihak sama-sama ingin
pembangunan untuk semua.
Malang dan Kotamobagu
![]() |
| Ini Malang (google) |
Karesidenan
Malang sangat sedikit mendapat tempat yang layak ketika memperbandingkan
daerah. Wajar mengingat sangat sedikit yang hidup tahunan di sana. Studi
banding yang dilakukan oleh instansi hanya berlangsung beberapa hari. Itupun
tanpa report yang jelas. Saya coba kontak kawan-kawan ketika ada studi banding
dari Bolmong Raya pada umumnya dan Kotamobagu pada khususnya namun hasil
penelusuran ada baiknya tak disampaikan di sini.
Oya’ alias Malu
Oya' atau malu sepertinya sudah menjadi trade mark
orang Mongondow, dalam berbagai pertemuan sering disebutkan oya' in Mongondow
yang disandingkan dengan penyebutan sifat daerah lain. Penyebutan ini memang
berkonotasi negatif. Seorang yang pemalu biasanya tidak percaya diri, kuper
alias kurang pergaulan, yang ujung-ujungnya tidak mampu bersaing. Dan kondisi
ini memang ada di Bolaang Mongondow Raya.
Pada anak,
menurut Lynne Kelly seorang ahli tentang pemalu pada anak, penelitian telah menunjukkan
bahwa siswa pemalu dianggap kurang kompeten. Walaupun rasa malu ini tidak
berkaitan dengan kecerdasan, rasa malu mempengaruhi keseluruhan pengalaman
pendidikan secara negatif. Rasa malu menjadi isu penting di dalam kelas ketika
siswa dievaluasi, sebagian, partisipasi kelas mereka. Pada kenyataannya,
penelitian menunjukkan bahwa siswa yang pemalu akan memiliki nilai lebih rendah
daripada angka rata-rata siswa yang tidak pemalu.
Hasil Baik dengan Proses Baik
![]() |
| gambar: google |
Kami, beberapa orang teman sering
berkumpul untuk membahas beragam hal, juga untuk berbagi. Kami tergolong
cukup karib, pembahasan bahkan sampai ke persoalan individu. Jadi,
sebenarnya tak ada yang perlu tersinggung dengan apa pun yang
dipikirkan, dikatakan ataupun dilakukan oleh kawan-kawan.
Namun,
pada waktu itu bulan puasa seperti sekarang, perkawanan kami nyaris
bubar. Persoalannya hanya karena minuman untuk berbuka.
Pada
saat itu, seorang teman kami yang cukup rajin hunting bahan buka puasa
gratis datang dengan tas kresek yang isinya bermacam-macam.
Catatan Anak Guru
Djudin Syukur,
demikian nama Papa—aku biasa memanggil beliau begitu. Beliau hanyalah orang
kecil yang menjadi guru SD sejak akhir 70-an. Awalnya beliau mengajar di SD
Motabang kemudian ke Tanoyan dan terakkhir di Tungoi sampai beliau meninggal di
hari kedua Idil Fitrih tahun 2000.
Ketika reformasi, cukup banyak aspirasi soal nasib Umar Bakri ini. Memang nasib para guru awalnya cukup memiriskan. Kami disekolahkan bukan hanya dari gaji Papa sebagai guru tapi kebanyakan ditunjang oleh hasil kebun. Selepas mengajar, biasanya Papa akan ke kebun dan pulang menjelang malam—bahakn beberapa kali tidur di kebun dan dari kebun ke sekolah. Mungkin ini yang membuat Papa meminta untuk pindah di SD Inpres Molayak yang tak jauh dari kebun kami. Walau saya katakan ke beliau bahwa tak lama lagi kehidupan beliau sebagai guru akan terangkat sehingga tak perlu lagi terlalu ngotot bekerja di kebun namun nampaknya beliau tak begitu percaya.
Ketika reformasi, cukup banyak aspirasi soal nasib Umar Bakri ini. Memang nasib para guru awalnya cukup memiriskan. Kami disekolahkan bukan hanya dari gaji Papa sebagai guru tapi kebanyakan ditunjang oleh hasil kebun. Selepas mengajar, biasanya Papa akan ke kebun dan pulang menjelang malam—bahakn beberapa kali tidur di kebun dan dari kebun ke sekolah. Mungkin ini yang membuat Papa meminta untuk pindah di SD Inpres Molayak yang tak jauh dari kebun kami. Walau saya katakan ke beliau bahwa tak lama lagi kehidupan beliau sebagai guru akan terangkat sehingga tak perlu lagi terlalu ngotot bekerja di kebun namun nampaknya beliau tak begitu percaya.
Jalan Hidup
![]() |
| Sumber : Google |
Kemarin malam,
capek luar biasa mendera. Perjalanan ke Molibagu sudah kali ke lima
aku lakukan, bahkan beberapa kali lanjut ke Lungkap—Pinolosian. Namun kali ini
aku benar-benar dibuat capek. Mungkin karena malamnya hanya tertidur sejam dan
sesampainya di sana harus menunggu.
Andai tak ada berita menggembirakan bahwa apa yang sedang aku usahakan telah
diproses sampai pada tingkat tertentu, mungkin aku tak terhibur. Alhamdulillah,
perjalanan yang baik walau masih juga menggantung. Dan capek terbayar dengan
informasi itu.
Dunia Penulisan Daerah
![]() |
| Mobois, salah satu komunitas penulis daerah |
Tulisan itu mengukir keabadian. Mungkin
kata-kata seorang teman diatas agak berlebihan. Saya katakan berlebihan karena
tulisan dibuat disatu ruang dan waktu tertentu yang jelas akan berubah pada
ruang dan waktu yang lain. Padahal kata banyak orang yang pintar dan bijak,
yang abadi adalah perubahan itu sendiri.
Tapi saya agak
setuju dengan peletakan fungsi tulisan sebagai media untuk mengisahkan suatu
peradaban. Socrates, Plato, dan lainya telah mengisahkan bagaimana peradaban di
Yunani sebelum masehi. Pencipta huruf paku di Mesir juga membuat kita dapat
mengetahui kisah di Mesir pada suatu masa, begitu juga dengan Babad Tanah Jawi
yang mengisahkan tentang Jawa, Lontara Bugis di selatan Celebes, dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)












